Friday, 9 December 2016

Sepakbola Tuna Rungu yang membanggakan...

Kamis, tanggal 9 December 2016 kemarin, tepatnya jam 16.30 di Lapangan C1 Majelis Sukan Negara Malaysia adalah pertama kalinya saya melihat pertandingan sepakbola yang dimainkan oleh orang orang yang mempunyai kelebihan, tidak dapat mendengar dan berbicara seperti manusia umumnya, yang dalam bahasa umumnya disebut dengan Tuna Rungu. And it was so spectacular & amazing!!
Jadwal pertandingan, lokasi turnamen & grouping yang didapat dari akun twitter FAM.

Dengan cara berkomunikasi yang khas diantara mereka, gaya bermain dan strategi tidak kalah dengan pemain pemain sepakbola profesional. Dan mungkin orang orang inilah yang terbaik di negaranya sehingga layak dikirim ke Malaysia untuk mengikuti event 1st Asean Deaf Football Championship 2016 di MSN Bukit Jalil mewakili negaranya masing masing. Dimulai sejak 4 Des - 9 Des 2016.

Mereka bermain layaknya pemain profesional dan very skilfull, walopun sesekali terdengar jeritan jeritan khas mereka kala memanggil wasit atau rekan satu timnya.

Indonesia yang di semifinal menghadapi tuan rumah yang lebih siap dalam segala hal harus menyerah dengan skor telak yakni 10-1, walopun di babak pertama berakhir dengan skor 2-1. Permainan sendiri berlangsung seperti sepakbola normal yaitu 2x45 menit, dan jumlah pemain 11 orang, namun pergantian boleh dilakukan lebih dari 3 kali.

FT : Tuan rumah melibas timnas dengan skor meyakinkan.

Suasana pertandingan juga tidak terlalu ramai, walaupun gratis. Mungkin kurang promosi dan menarik minat warga Malaysia. Dan kebanyakannya yang menonton juga mempunyai kelebihan khusus. Hal itu nampak dari cara berbicara para penonton yang khas. Namun secara fisik tidak nampak berbeda dengan penonton biasa. Nampak di dalam bench pemain Indonesia anak dari penyanyi wanita legendaris Indonesia Dewi Yull, yaitu Sahetapy.

Jeda waktu babak pertama digunakan para pemain untuk saling berkomunikasi menghindari miskoordinasi dilapangan.

Intinya, para manusia yang diberikan kenormalan seperti saya ini harus banyak bersyukur atas nikmat yang diberikan sementara oleh Allah. Mereka yang mempunya kendala komunikasi justru malah bisa lebih berprestasi daripada yang normal, dan tidak pantang menyerah dan minder atas anugerah pemberian tuhan itu. Jangan sampai membuang buang waktu dengan hal yang tidak berguna dan tidak menghasilkan hal yang positif. Terima kasih Ya Allah atas karunia yang Kau berikan kepada mereka dan kepada kami. Semoga kami selalu bisa menyikapinya dengan positif. Tetap Semangaaaaat Luuurrdd!! Salut untuk kalian...

Saya sengaja tidak ngobrol dengan coachnya di akhir pertandingan. Coach bukan tuna wicara dan tuna rungu, dia menjelaskan dengan suara diiringi sesekali gestur tubuh dan tangan sebagai penekanan kepada pemain.

No comments:

Post a Comment